Wagub Lantik Pungurus FKPAI Balikpapan, Berdakwah dengan Cinta, Hasilnya Pasti Luar Biasa
(Pelantikan pengurus FKPAI Balikpapan periode 2021-2025)
POSKOTAKALTIMNEWS.COM,BALIKPAPAN
-
Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim H Hadi
Mulyadi melantik Pengurus Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI) Kota
Balikpapan Periode 2021-2025 di Hotel Platinum Balikpapan, Kamis (29/4/2021).
Kepada para penyuluh agama di Kaltim Wagub
Hadi Mulyadi berpesan agar meniatkan hati menjadi penyuluh agama semata-mata
untuk mencari keridhaan Allah SWT sehingga bisa bekerja dengan tulus dan
ikhlas. Sebab dengan ketulusan dan keikhlasan itu setiap orang akan bekerja
dengan penuh cinta.
"Buah cinta itu akan berpengaruh ke
dakwah kita. Dan siapapun yang bekerja dengan cinta, hasilnya pasti luar
biasa," kata Wagub Hadi Mulyadi saat memberi arahan.
Mantan legislator Karang Paci dan Senayan itu
lalu menceritakan kisah perjuangannya saat 25 tahun menjadi guru dengan
kehidupan ekonomi yang sulit. Namun dengan kerja penuh cinta, tulus dan ikhlas
ia mendapatkan banyak hikmah yang luar biasa, termasuk dalam kehidupan ekonomi.
"Honor pendakwah memang tidak banyak.
Tapi yakinlah ketika kita bekerja dengan penuh cinta, tulus dan ikhlas, Allah
akan mengirimkan rejeki dari pintu-pintu yang bahkan kita tidak akan
menduganya," ucap Hadi memberi semangat.
Hadi mengatakan Pemprov Kaltim akan memberi
tambahan honor bagi para penyuluh agama, meski besarannya masih belum disebutkan.
Dia juga berpesan agar para penyuluh agama
bisa menjadi penyuluh agama yang utuh dan moderat.
"Penyuluh agama harus mampu memberi
pemahaman yang lurus tentang agama. Jangan bertengkar karena masalah
khilafiyah, termasuk berdebat soal qunut atau tidak qunut," tandas Wagub.
Penyuluh agama juga dituntut membekali diri
dengan kompetensi ilmu agama yang memadai dan wawasan kebangsaan yang baik,
serta tidak menganut paham atau aliran ekstrim dan radikal. Penyuluh agama
harus memberikan pemahaman yang jernih tentang agama, bukan justru membuat
keruh suasana di tengah masyarakat.
Sementara Kepala Kanwil Kementerian Agama
Kaltim H Masrawan menjelaskan saat ini hanya ada penyuluh agama PNS 38 orang se-Kaltim. Karena
itu pemerintah mengangkat penyuluh agama
non-PNS sebanyak 766 orang.
"Penyuluh agama akan menjadi barometer
bagi pengamalan agama Islam yang mempunyai nilai-nilai universal. Penyuluh
agama harus mengirimkan pesan-pesan agama yang menjernihkan, bukan membuat
keruh pemahaman masyarakat," pesan Masrawan. (mar)